Pusara Raja di Asia Tenggara

Pusara Raja di Asia Tenggara

Pusara Raja di Asia Tenggara – Tiap daerah di Indonesia serta di luar negeri mempunyai tempat keramat atau suci yang dipandang sakral.

Hingga masih dijaga dan dirawat sampai sekarang. Sebagai tempat keramat, pasti simpan riwayat yang membuat orang ingin tahu untuk ketahui narasi di belakangnya, karena itu tempat keramat jadi tujuan rekreasi yang banyak pecintanya.

Taati Hal Ini saat Bertandang ke Tujuan Rekreasi Keramat, dan Pusara Raja di Asia tenggara

Tetapi, berlainan dengan rekreasi biasanya pada tempat keramat mengaplikasikan ketentuan yang ketat sekali, karena itu, supaya kita tidak lupa lihat 5 ini saat bertandang ke tujuan rekreasi keramat. Berikut pembahasannya.

Memakai baju santun

Hal pertama yang perlu jadi perhatian ialah baju, biasanya di rekreasi lain condong lebih bebas, sedang pada tempat keramat kita diwajibkan memakai baju yang sopan.

Baca Juga: Sigiriya Rock di Sri Lanka

Ada banyak rekreasi keramat yang mengharuskan pengunjung untuk menggunakan baju yang sudah disiapkan, misalkan saat bertandang ke Pusara Raja-raja Yogyakarta, harus menggunakan kain jarit.

Jaga sikap

Rekreasi keramat itu benar-benar kental dengan nuansa religius karena itu kita harus jaga sikap, bila menyaksikan ada yang melaksanakan ibadah tidak boleh membuat suara yang bisa mengusik kekhusukan mereka. Janganlah sampai kehadiran kita menghancurkan situasi dan ketenangan seseorang, ya.

Mematuhi tiap ketentuan Pusara Raja Asia Tenggara

Saat sebelum masuk tempat keramat, lebih bagus lihat benar ketentuan-aturannya, misalkan ketentuan untuk melepaskan alas kaki, jangan masuk di tempat tertentu dan menggenggam property, walau nampak remeh tetapi bila menyalahi dapat dikenai ancaman atau bayar denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Minta ijin saat sebelum ambil gambar

Kecuali untuk ketahui bagaimana riwayat tempat itu tentu ada kemauan buat mendokumentasikan peristiwa, tetapi di rekreasi keramat dilarang asal memfoto, lho karena koleksi-koleksi itu adalah warisan riwayat yang demikian berarti dan bernilai. Lebih bagus menanyakan dulu ke pemandu saat sebelum ambil gambar.

Menghargakan privacy seseorang

Sebagai wujud penghormatan ke nenek moyang, warga tertentu lakukan ritus-ritual khusus, karena itu kita sebagai pengunjung atau pelancong harus jaga privacy mereka dengan tidak ambil photo tanpa ijin karena akan membikin tidak nyaman dan bisa berpengaruh fatal.

Keterangan mengenali hal utama di atas perlu jadi perhatian saat berkunjung tujuan rekreasi keramat. Di mana saja kita ada apa lagi pada tempat suci dan keramat harus jaga sikap serta lebih responsif dengan keadaan sekitar.

Pusara raja bisa saja tempat belajar riwayat periode lalu

Banyak daerah di Asia Tenggara yang dahulunya berbentuk kerajaan-kerajaan besar. Kerajaan-kerajaan ini biasanya mempunyai figur raja yang paling dihormati dan disegani.

Tidaklah aneh, walau raja-raja yang dahulu pernah berkuasa ini telah tanpa, mereka masih punyai persemayaman khusus yang dijaga erat sampai sekarang. Ada banyak pusara raja di Asia Tenggara yang dapat kamu kunjungi.

Pusara-makam ini seakan jadi saksi riwayat jika pernah ada kerajaan besar yang berkuasa di daerah itu. Dimanapun? Yok, lihat daftarnya di bawah ini!

Wat Phra Sang Sanphet

Wat Phra Sang Sanphet sebuah biara yang dibuat untuk pusara raja di Thailand. Posisinya ada di Pratuchai, Area Phra Nakhon Sang Ayutthaya.

Dahulunya, Wat Phra Sang Sanphet dipandang seperti kuil paling suci di website Istana Kerajaan tua di ibukota kuno Ayutthaya. Kompleks pusara ini dibuat di daerah istana pada era ke-14 oleh Raja U-thong atau Ramathibodi I yang disebut raja pertama dari kerajaan Ayutthaya.

Ada kuil, pagoda berupa lonceng, dan area untuk menyimpan abu raja dan keluarganya di tempat ini. Sekarang Wat Phra Sang Sanphet dipandang seperti lambang Propinsi Ayutthaya.

Kamu dapat berkunjung Wat Phra Sang Sanphet dengan memakai sepeda atau tuk-tuk dari pusat Kota Ayutthaya. Waktu tempuhnya cuman seputar 15 menit perjalanan.

Tomb of Emperor Khai Dinh

Di Vietnam, ada Tomb of Emperor Khai Dinh yang disebut pusara Kaisar Khai Dinh dari Dinasti Nguyen. Pusara ini berada di Gunung Chau Chu, kurang lebih 10 km dari Kota Hue, Thua Thien-Hue.

Si raja menyengaja membuat persemayaman akhir yang istimewa dan eksklusif seperti istana disamping gunung. Makam si raja ada pada bagian atas dan harus dilakukan melalui seputar 127 anak tangga.

Kamu bisa berkunjung Tomb of Emperor Khai Dinh dengan memakai becak, ojek, atau rental sepeda motor dari pusat Kota Hue.

Royal Tombs of Oudong

Royal Tombs of Oudong adalah pusara raja yang pernah berkuasa di Kamboja. Posisinya ada di kaki gunung Phnom Udong, seputar 40 km barat laut dari ibukota Phnom Penh.

Dahulunya, daerah ini adalah ibukota Kamboja, saat sebelum berpindah ke Phnom Penh. Tempat pusara raja ini cukup populer di kelompok pelancong mancanegara. Di tempat pusara ada kuil dan stupa. Makam rajanya ada di atas bukit Phnom Oudong.

Kamu dapat berkunjung Royal Tombs of Oudong dari Kota Phnom Penh. Terdapat beberapa pilihan transportasi, dimulai dari rental sepeda motor, mobil, atau memakai bis umum dengan waktu pintas seputar satu jam.

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi atau Candi Tebing Gunung Kawi berada di Banjar Penaka, Dusun Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Tempat ini adalah persemayaman raja-raja Dinasti Udayana dan keluarganya.

Ada 10 candi yang diukir di tebing yang menyebar di tiga titik.

Lima salah satunya ada disamping timur Sungai Tukad Pakerisan, sementara bekasnya menyebar di dua titik disamping barat sungai.

Jika kamu bertandang kesini, ada ketentuan khusus untuk pria harus menggunakan sarung, sementara wanita menggunakan kain yang diikat di pinggang. Pura Gunung Kawi bisa dilakukan memakai kendaraan motor dari Ubud dengan waktu pintas seputar 30 menit perjalanan.

Pasarean Imogiri

Pasarean Imogiri atau Pajimatan Girirejo Imogiri adalah kompleks penyemayaman yang ada di Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penyemayaman ini adalah tempat pusara raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram, sebuah kerajaan besar yang pernah berkuasa di Pulau Jawa pada era ke-17.

Kompleks pusara ini dibuat pada periode Sultan Agung Hanyakrakusuma seputar tahun 1632-1940. Pusara ini mempunyai tiga bagian.

Sisi tengah adalah pusara Sultan Agung, sedang sisi ke-2 dan ke-3 adalah sisi dari pusara turunan Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Untuk ke arah kompleks pusara, kamu harus telusuri seputar 409 anak tangga.

Pasarean Imogiri cuman dibuka 3 hari dalam seminggu, yaitu pada Senin, Jumat, dan Minggu. Ada juga hari-hari khusus seperti tanggal 1 dan 8 Syawal, dan 10 Dzulhijjah.

Pengunjung wanita yang ingin masuk pusara pada bagian dalam harus kenakan kain panjang, kemben, dan melepaskan semua perhiasan. Sementara untuk pengunjung pria harus kenakan kain panjang, pakaian blangkon, dan peranakan.

Untuk pengunjung yang tidak siap mengikut ketentuan cuman dibolehkan sampai pintu gerbang pertama saja. Pasarean Imogiri bisa didatangi dari pusat Kota Yogyakarta memakai kendaraan motor dengan waktu pintas seputar satu jam perjalanan.

Pusara Raja Mataram Kotagede

Kecuali Pasarean Imogiri, ada pula Pusara Raja Mataram Kotagede yang tidak kalah sakral dan terkenal. Kompleks pusara ini berada di Jalan Purbayan, Jagalan, Kotagede, Bantul, Yogyakarta.

Dari ke-2 pusara ini, Pusara Raja Kotagede-lah yang umurnya lebih tua. Pusara ini ada di posisi awalnya Kerajaan Mataram Islam berdiri.

Ada pusara raja pertama Mataram Islam, Panembahan Senopati dan Raja ke-2 , yaitu Panembahan Hanyakrawati. Ada juga pusara ayah Panembahan Senopati, yaitu Ki Ageng Pamanahan dan pusara Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya atau yang dikenali bernama Joko Tingkir.

Di kompleks pusara ini ada sendhang seliran atau tempat pemandian dan Mushola Kotagede sebagai yang paling tua di Yogyakarta. Ketentuan bertandang di Pusara Raja Kotagede ini hampir serupa dengan Pusara Raja Imogiri. Posisi pusara ini juga gampang dijangkau, karena tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta.

Dari 6 posisi di atas, ada yang pernah kamu datangi, belum? Tuliskan pada kolom tanggapan ya!