Tari Hudoq Ciri Khas Suku Dayak Bahau

Tari Hudoq Ciri Khas Suku Dayak Bahau

Suku Dayak Bahau yang ada di pedalaman Kalimantan Timur adalah sub suku Dayak, yang mana mata pencarian intinya ialah berkebun dan bertani.

Ingat Suku Dayak masih berpedoman keyakinan animisme dan junjung kebudayaan tradisi yang kuat, mereka memiliki bermacam upacara dan tarian khusus untuk rayakan kejadian penting. Tari Hudoq adalah contoh tarian yang dilaksanakan oleh suku Dayak Bahau saat sebelum buka tempat untuk bertani.

Bukti di Balik Tari Hudoq Ciri khas Suku Dayak Bahau Kalimantan Timur

Tari Hudoq awalannya cuman dilaksanakan untuk upacara buka lahan. Tetapi bersamaan dengan berjalannya waktu dan untuk melestarikan kebudayaan, tarian ini diperlihatkan di acara penting yang lain seperti pada Festival Sungai Mahakam dan Hudoq Cross Border.

Baca Juga: Area Game PUBG di Dunia Riil

Agar tidak ingin tahu, yok mengenali lebih jauh apa sich Tari Hudoq itu?

Tarian diperlihatkan saat buka tempat pertanian

Tarian Hudoq ialah tarian kedok yang diperlihatkan saat buka tempat dan/atau menabur benih. Suku Dayak Bahau mempunyai keyakinan jika pergerakan tarian yang diperlihatkan oleh penari akan bawa kesuburan pada benih tanaman yang mereka tanam di lahan.

Disamping itu, tarian Hudoq adalah wujud perkataan terima kasih ke si pembuat karena diberi sumber makanan berbentuk tanaman padi.

Laliq Ugal

Laliq Ugal ialah upacara tradisi sesudah menanam benih padi di ladang. Tarian Hudoq diperlihatkan pada malam ke sepuluh yakni pada saat upacara Nebeeq Rau.

Delapan kedok yang dikenai oleh penari

Penari-penari kenakan delapan kedok yang lain di tarian Hudoq. Merilis dari artikel yang dicatat oleh Made Ngurah Patra untuk Kampus Mulawarman di Samarinda, delapan kedok itu mempunyai lambang tertentu yakni:

Hudoq Uling : memiliki muka serupa seperti manusia dengan bibir tebal yang sedikit miring ke bermata juling dan atas. Hingga Hudoq Uling ini lambang ketua yang bawa Hudoq- Hudoq lain turun ke bumi.

Hudoq Batal Tingang : memiliki muka seperti burung Enggang. Lambang arwah arif yang menjaga Hudoq Uling.

Hudoq Batal Bavui : memiliki muka seperti binatang babi yang disebut penjelmaan arwah pengrusak tanaman. Hudoq Batal Bavui bekerja sebagai pengawal.

TarianHudoq Batal Hooq Waang : memiliki muka dengan wujud hidung seperti hidung anjing dan mempunyai ukir-pahatan naga, sebagai ajudan dari Hudoq Uling.

Hudoq Batal Magaaq : memiliki wujud kepala naga yang melambangkan raja.

Hudoq Batal Inang Geram : memiliki muka bermata besar dan bundar. Pekerjaannya menjaga raja saat upacara Laliq Ugal.

Tarian Hudoq Batal Kuwau : memiliki muka seorang wanita, sebagai ratu.

Hudoq Batal Pakau : memiliki muka dengan hidung besar dan ukir-pahatan inang geram, yang mempunyai peranan anggota kelompok.

Warna hijau pada pakaian penari menyimbolkan daun tumbuhan yang subur dan kesejukan

Penari dalam tarian Hudoq kenakan pakaian seperti dedaunan warna hijau. Warna hijau ini mempunyai makna jika tanaman yang ditanamkan akan tumbuh subur, memberi kesejahteraan dan kesejukan.

Dikerjakan tiap tahun pada bulan September sampai Oktober

Tarian Hudoq dilaksanakan tiap tahun dan umumnya pada bulan September sampai Oktober. Tarian dilaksanakan di kebun yang akan ditanam.

Melestarikan tarian Hudoq melalui festival kebudayaan.

Untuk mengenalkan kebudayaan suku Dayak ke warga luas sekalian menjaga keberadaan tarian Hudoq agar tidak musnah, pemerintah di kabupaten Mahakam Ulu melangsungkan acara Hudoq Cross Border. Acara tahunan ini berjalan sepanjang 4 hari dan umumnya di bulan akhir Oktober.

Acara ini sempat pernah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mengikutsertakan 2000 penari. Kecuali Hudoq Cross Border, tarian ini ada di Festival Sungai Mahakam.

Nah, itu info penting berkenaan tari Hudoq yang harus kalian kenali. Penari-penari dalam tarian Hudoq kenakan kedok yang berbeda yang mana tiap raut kedok mempunyai peranan yang berbeda.

Jika kalian mempunyai peluang untuk bertandang ke Kalimantan Timur, kalian bisa melihat kepiawaian penari-penari Hudoq di festival tahunan seperti Hudoq Cross Border. Ditanggung berlibur kalian akan hebat, dech!

Pepatah Dayak Maanyan yang Berarti Dalam, Telah Tahu?

Rupanya pepatah Dayak Maanyan tidak kalah menarik

Pepatah adalah sisi penting dari komunikasi lisan yang condong memiliki rima yang simpel tetapi mempunyai arti yang paling dalam. Pepatah bisa bermakna nasihat, anjuran, bahkan juga kritikan, atau peringatan. Antiknya di Indonesia, di sejumlah wilayah mempunyai pepatah ciri khas wilayah mereka masing-masing.

Suku Dayak Maanyan yang tinggal di Kalimantan tengah rupanya memiliki banyak pepatah yang tidak kalah menarik dengan pepatah dari Jawa, Bali, atau Sunda. Untuk kamu yang masih belum tahu, berikut pepatah Dayak Maanyan yang memiliki arti yang dalam.

  1. Dunrung ruah rare, petan sangkuh benet

Apa kamu pernah mendapati seorang yang lakukan bermacam jenis usaha untuk ke arah keberhasilan dan semua sukses? Pepatah yang pas untuk memvisualisasikan seorang itu adalah dunrung ruah rare, petan sangkuh benet.

Bila disimpulkan dengan bahasa Indonesia, pepatah ini bermakna “pedang bermata dua,

sumpitan bermata tombak “.Pepatah ini diutarakan sebagai perkataan senang pada seorang yang sudah berusaha keras dan pantas memperoleh kesuksesan.

  1. Anipe katelen karah karengkup

Bila disimpulkan, pepatah ini memiliki makna ular ditelan, tempurung kura-kura juga diambil. Arti dari pepatah ini sendiri adalah seorang yang memaksain kehendak pada orang lain. Seorang itu memiliki karakter menang sendiri dan tidak ingin tahu apakah yang dirasa orang lain.

  1. Batan hang ambau gajah

Batan hang ambau gajah memiliki makna cedera di atas gajah. Pepatah ini memiliki arti seorang yang alami sebuah bencana ketika dianya masih menderita. Pepatah ini memiliki arti yang serupa dengan pepatah “telah jatuh terkena tangga juga “.

  1. Ipahanrai sasameh punggur

Bila disimpulkan, pepatah ini memiliki makna “sama-sama bertumpu pada tangkai kayu lapuk “.Sama seperti yang kita kenali, kayu lapuk tidak bisa jadi tempat bertumpu yang baik. Patut saja bila pepatah ini memiliki makna minta dana untuk orang yang tidak sanggup.

  1. Hala etang bangkai hala pada tingkah rarung

Bila kita akan kerjakan suatu hal tetapi salah pada awal, tentunya kemungkinan kita akan salah pada beberapa langkah seterusnya. Lebih kurang pepatah ini memiliki makna demikian. Bila disimpulkan, pepatah ini memiliki makna “jika salah mengendalikan mayat, karena itu salah juga membuat dan wujud peti matinya “.

  1. Munu iwek, nyambelum wawui

Apa kamu pernah mendapati seorang yang ikhlas merepotkan diri kita untuk kesenangan seseorang? Bila pernah, kemungkinan pepatah ini berkaitan dalam memvisualisasikan orang itu. Dalam Bahasa Indonesia, pepatah ini memiliki makna membunuh babi piaraan, memiara babi liar.

  1. Nyambelum ramai hang kapit gantang

Dalam Bahasa Indonesia, pepatah ini memiliki makna “hidupkan lampu atau api dalam gantang “.Sama seperti yang kita kenali jika api tidak berpijar dalam gantang. Memang, pepatah ini memiliki makna lakukan pekerjaan yang percuma.

  1. Nyalah karewau napait hangurung

Nyalah karewau napait hangurung memiliki makna “seperti satu ekor kerbau yang diambil di

Pepatah ini sebuah pesan supaya kita selalu menimbang buruk baiknya ajakan seorang, khususnya dari orang yang barusan dikenal.

Nah, itu ia delapan pepatah Dayak Maanyan yang mempunyai arti yang dalam. Rupanya pepatah-peribahasa itu tidak kalah menarik ya dari pepatah wilayah lainnya. Mudah-mudahan bisa menambahkan wacana kamu ya!